Thursday, October 27, 2022
Ciri2 orang yang berbahagia
Tuesday, January 15, 2013
Janji & Sumpah
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Monday, January 7, 2013
GHIBAH
Perbuatan Yang Merusak Pahala Puasa,
Sebenarnya ini sudah pernah saya sampaikan pada ceramah sebelumnya, akan tetapi wk itu hanya saya selewat saja, mengingat wkt yg hanya 15 mnt. Untuk itu pada kesempatan ini saya akan membahas tentang perbuatan yang merusak pahala puasa.
Karena terbatasnya waktu, maka mlm inipun saya tdk akan membahas semuanya akan tetapi satu saja yaitu: Ghibah.
Mungkin ada yang bertanya dlm ht, mengapa memilih pokok pembahasan ghibah padahal amalan yang merusak puasa itu banyak sekali diantaranya adl: Berkata bohong/dusta…,bahkan mengumpat dan mencela adalah perbuatan yang dpt mencelakakan pelakunya sbgmn Firman Allah :" Wailullikulli humazatilumazah." (Kecelakaanlah orang yang suka mengumpat dan mencela)..., juga menghina..., perbuatan inipun dilarang oleh Allah swt. Sbgmn firmanNya didlm surat Al Hujurat ayat 11:" Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa yakhar qaumun min qaumin 'asaa ayyakunuu khairamminhum walaa nisaaumminnisaain 'asaa ayyakunna khairamminhunna walaa talmizuu anfusakum walaa tanabajuu bil'alqab bi'salismulfusuqa ba'dal iman waman lam yatub faulaaika humul zhalimuun.: (terjemahnya: Hai orang2 yang beriman janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain boleh jadi yang dihina lebih baik dari pada yang menghina, dan janganlah wanita2 menghina wanita2 yang lain boleh jadi wanita yang dihina lebih baik dari pada wnita2 yang menghina, dan janganlah kalian mencela diri sendiri dan janganlah kalian saling panggil memanggil dengan panggilan yang buruk, seburuk-buruk panggilan adalah panggilan buruk setelah beriman, dan barang siapa tidak mau bertobat maka mereka itulah orng2 yang zhalim)..., bahkan zina adl dosa bsr yg sgt merusak bukan saj pahala puasa, bahkan puasanya ikut rusak alias batal. Tetapi mengapa saya memilih pokok bahasannya ghibah zina saja yg sdh jelas menghan curkan puasa.
Yah…, benar mengapa saya tdk memilih pembahasan ttg zina…, karena kalau zina…, pelakunya sadar sesadar2nya bhw yg sedang dia lakukan itu dosa adl besar! Dan pelakunyapun sadar sepenuhnya bhw dia sdg berzina!!!. Tetapi berbeda dgn ghibah…, yg pada umumnya pelakunya tdk menyadari sepenuhnya bhw yang dia lakukan itu dosa besar…, dan ketika dia melakukannyapun…, dia tdk sadar sepenuhnya (dia sadar…,tp tdk sepenuhnya) bhw dia sdg menggibah…, karena saking asyiknya mungkin hampir satu jampun tdk terasa bhw dia menggibah sdh satu jam. Kmd semakin lama menggibah justru semakin mengasyikkan karena syetan membisikkan kedlm htnya dgn kata …,terus…, terus…, gak apa2 wong yg km ktkan itu benar. Pdhal justru krn yg dia ktkan itu bnr, maka itulah yg namanya ghibah…, kalau tdk bnr…, itu namanya dusta.
Pada suatu hari ada seorang wanita mengghibah org lain dihadapan Siti Aisyiah…, kmd Siti Aisyiah mengisahkannya kpd Rasulullah s.a.w. …, kmd kt Rasul yg intinya bhw yg diktkan org tsb adl ghibah…, kmd siti Aisyiah berkata…, meskipun yg dia katakana itu benar ya Rasul? Ya…meskipun yg dia ktkan itu bnr. Bgmn kalau yg dia ktkan itu tidak benar yaa Rasul? Jwb Rasul:" apalagi kalau itu tidak benar…,itu yg namanya dusta, jwb Rasul.
Saya klarifikasi dulu kata dusta…, banyak org yg memahami dusta sm dgn dosa…, nah ini yg perlu diluruskan, krn pengertiannya sgt jauh berbeda…, kalau dosa…, belum tentu tingkatannya mencapai dusta…, tapi kalu dusta…, mk sdh pasti dosa!!!…, dan besar dosanya.
Contoh yg sederhana, kalau saya di Arab sana sy mencuri uang satu dirham, saya pakai makan , maka itu dosa(bkn dusta)…, dan dosa tersebut blm cukup dipakai sbg dasar utk memotong tangan saya…, meskipun sy tertangkap basah wk itu…,krn utk dipotong tgn hrs min 1 dinar bkn 1 dirham., tetapi orang yg berdusta…, pasti dia berdosa dan besar dosanya. Contoh yg sederhana…, orang yg mendustakan sesuatu kebenaran…, pdhal dia tahu dan sadar sesadar2nya bhw yang dia dustakan itu adl benar…, maka itulah yg namanya dusta. Maka jgn heran kalau ahlulkitab itu disebut dgn orang2 yg mendustakan!!! Karena sebenarnya dia tahu bahwa Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. itu benar2 Rasulullah…, ttp dia dustakan….., sbgmn firman Allah didlm srt Al Baqarah:" Awa kullamaa jaa'akum rasuulun bimaa laa tahwaa anfusakumustakbartum fafariqan kadzabtum wafariqan taqtuluun." (Apa setiap kali datang Rasul kepada kalian yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsukalian, kemudian kamu menyombongkan diri, sebagian mereka kamu dustakan dan sebagian mereka kamu bunuh. Itu pengertian dusta.
Hadirin sidang terawih yg dimuliakan Allah swt…, Ada sedikit kisah ttg ghibah. Pada zaman dahulu ada seorang ulama yang mempunyai murid yang sgt banyak…, pada suatu hari, salah seorang muridnya datang menghadap secara pribadi kpd ulama tsb dengan maksud untuk mendapatkan beberapa keping dinar. Kmd simurid menceritakan kpd ulama tsb bhw ada seseorang yg mengghibahnya dengan mengatakan begini begitu. Stlh simurid selesai bercerita…, maka ulama tsb masuk kedlm kamarnya dan kmd keluar lagi dgn membawa bbrp keeping dinar. Tetapi alangkah terkejutnya ketika ulama tsb mengatakan:" tolong sampaikan dinar2 ini kpd orang yg mengghibah tadi. Karena saking bingungnya simurid…, atas pertanyaan yang berkecamuk dibenaknya…, maka dia menberanikan diri utk bertanya kpd ulama tsb. Kmd kt simurid:"Mengapa yang engkau beri dinar bukannya aku akan tetapi malah orang yg mengghibahmu???. Kmd jawab sang ulama:"Kalau Aku memberikan uang dinar ini kepadamu…, ini justru yg aneh karena apa yang saya daptkan darimu???. Tapi kalau saya memberikan kpdnya…, itulah yg seharusnya saya lakukan…, karena kalau dia orang yang berpahala…, maka pahala yg tlh dia kumpulkan…, beberapa diantaranya akan ditambahkan kedalam pahala saya…, dan jikalau dia bukan orang yang berpahala…, maka beberapa diantara dosa2 saya akan ditambahkan kepadanya.
Jadi hati2 bhw Ghibah merusak pahala seseorang seperti api melahab kayu bakar. Masih untung kalau yang hapus hanya pahala puasanya saja…, bagaimana jikalau pahala2nya yg lain ikut berkurang.
Maka jangan heran kalau Allah swt sangat tidak suka kpd orang2 yg mengghibah tsb…., saking tdk sukanya sampai2 Allah mengumpamakan orang yg mengghibah itu sama dengan orang yang memakan daging orang yang telah menjadi bangkai…, dan bahkan lbh buruk dr itu krn ternyata bangkai yang dimakannya itu berasal dari daging saudaranya sendiri, a'udzubillaahimin dzalika. Sebagaimana firmanNya didalam surat Al Hujurat ayat 11, :"Yaa ayyuhalladziina aamanuujtanibuu katsiiran minanzhanni inna ba'dhazhzhaani itsmun walaa tajassasuu walaa yaghtab ba'dhakum ba'dha ayuhibbu ahadukum ayya'kula lahma akhihi mayyitan fakarihtumuhu wattaqqullaah innallaaha tawwaburrahiim ." (Hai orang2 yang beriman jauhilah syak wasangka karena sesungguhnya sebagian dari syak wasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu mengghibah sebagian yang lain, apakah salah seorang diantara kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati, maka kalian akan jijik karenanya, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan Maha penyayang). Itulah amtsal2 yg digambarkan oleh Allah thd sifat/perbuatan yg tdk disukaiNya. Mari kt lht ktk Allah memberikan amtsal kpd sifat/perbuatan lain yg sangat tdk disukaiNya, maka Allah memeberikan gambaran dgn perumpamaan yang sangat buruk, mari kita lihat perumpamaan yg Allah berikan utk orang kafir ..., maka firmanNya di dalam surat An Anfal ay 48:"Inna sarraddawaabbi 'indallahiladziina kafaruu fahum laa yu'minuun." (terjemahnya: Sesungguhnya seburuk2 binatang disisi Allah adalah orang kafir karena mereka tidak beriman) coba perhatikan baik2 redaksi ayat tsb Allah tidak mengatakan Seburuk-buruk manusia disisi Allah, tapi Allah menggunakan kata seburuk-buruk binatang..., hal ini menunjukkan betapa buruknya orang kafir itu disisi Allah. Kmd di ayat lain Allah memberikan gambaran terhadap sifat lain yg sgt tdk disukaiNYa dgn firmanNya :" Yaa ayyuhalladziina aamanuu innamal musyrikuuna najasun." (terjemah: Hai orang2 yang beriman sesungguhnya orang2 musyrik itu najis). Jadi hati2 janganlah kita menggibah krn hal tsb adl perbuatan yg sgt tdk disukai oleh Allah(terlihat dari perumpamaannya yang sangat burut), jadi jangan sampai kita melakukanperbuatan2 yg dpt mendatangkan murka Allah.
Monday, November 23, 2009
Smartest sharing tool
Berlomba Dalam Kebaikan.
Marilah berbuat baik kepada orang lain..., siapapun orang lain itu, bahkan kepada orang yang membenci/memusuhi kita sekalipun. Apalagi kepada orang yang selalu berbuat baik kepada kita, maka sudah pasti ada kewajiban bagi kita untuk berbuat baik kepadanya. Kalau kita amati secara cermat, ternyata orang yang paling baik kepada kita adalah kedua orang tua kita (pada umumnya).
Dari sejak masih didalam kandungan, kita telah mendatangkan berbagai macam kesulitan terutama kepada Ibu kita. Didalam perut tsb kita semakin membesar dan membesar, bertambah berat dan berat, sampai2 untuk sekedar berjalanpun Ibu kita mengalami kesulitan,padahal ini berlangsung cukup lama sekitar 9 (sembilan) bulan.
Akan tetapi Ibu kita tidak mengeluh sedikitpun bahkan beliau jalani dengan penuh keikhlasan. kemudian ketika ibu kita melahirkan bayi dari kandungannya yang sudah barang tentu penuh dengan kesulitan, kesakitan, dan bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya tapi semuanya dihadapinya dengan penuh keikhlasan. Kemudian setelah kita lahir didunia ini, kita tidak tahu apa2 dan tidak dapat berbuat apa2 selain menangis, bahkan minum air susu ibukitapun kita tidak mampu kalau sekiranya Ibu kita tidak menyodorkannya kemulut kita. Masih untung Allah memberi kebisaan kepada kita walaupun hanya menangis, coba bayangkan kalau menangispun kita tidak bisa, maka ketika perut kita lapar ingin minta minum, maka Ibu kita tidak akan tahu kalau saat itu kita sedang kelaparan/kehausan. Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, serta segala nikmat yang begitu banyaknya sampai2 kita tidak dapat menghitungnya satu persatu karena saking banyaknya. Sehingga bayi yang tadinya tidak bisa berbuat apa-apa , lambat laun menjadi seorang anak yang sudah mulai belajar berjalan dan berbicara, meskipun berjalanpun masih tertatih-tatih bahkan kadang2 terjatuh, juga berbicarapun yg sepatah dua patah kata berkat ajaran dari kedua orang tua kita, maka jangan heran kalau kata pertama yang dapat kita ucapkan adalah kata:" Ayah dan Ibu." jadi orang yang pertama menjadi guru kita didunia ini adalah kedua orang tua kita. Didunia ini hampir setiap anak kecil yang sedang belajar berbicara , mereka semua akan belajar menyebut nama2 benda sebagaimana kita lihat ketika nabi Adam diajar nama2 benda oleh Allah s.w.t.....
Berkat kasih sayang dan bimbingan kedua orang tua kita dengan segala macam: kesulitan dan duka nestapanya maka jadilah kita tumbuh dewasa menjadi batu karang yang kokoh menahan gempuran badai dilautan.
Kebaikan dan ketulusan kasih sayang kedua orang tua kita tidak akan terbayarkan meskipun kita akan menggantinya dengan Gunung Emas sekalipun. Maka jangan heran kalau Allah s.w.t. beserta RasulNya berkali-kali memerintahkan kepada kita agar kita berbuat baik kepada keduanya. Sudah pasti kita wajib hormat,patuh dan taat kepadanya, jangan sedikitpun membuatnya kecewa.
Pada suatu hari di zaman Rasulullah s.a.w. ada salah seorang sahabat yang sedang mengalami sakaratul maut, kemudian Rasul datang menghampirinya, ketika Rasul melihat keadaan sahabat yang sangat memprihatinkan tsb, maka Beliau mencoba meringankan beban sahabat tsb dengan membisikkan kalimat syahadat ditelinganya agar supaya bisikan tsb diikuti oleh sisakaratul maut. Akan tetapi ternyata sisakaratul maut tidak bergeming sedikitpun, tidak tergerak lidahnya sedikitpun, sehingga Rasul mengulanginya dan mengulanginya sampai tiga kali. Tapi ternyata sisakaratul maut masih tidak bergeming sedikitpun. Kemudia Rasul bertanya kepada orang disekelilingnya:" Apakah dia(sisakaratul maut) masih punya ayah? kemudian dijawab bahwa ayahnya sudah meninggal. Kemudian Rasul bertanya lagi apakah dia masih punya Ibu? kemudian dijawab :" Masih ada" kemudian kata Rasul:" Dimana dia?". Ada Rasul, dia didalam kamar. Semula si Ibu tidak akan keluar kalau sekiranya bukan Rasul yabg memanggilnya. Kemudian Rasul bertanya kepada sang Ibu tentang apa kesalahan si anak yang sedang sakaratul maut tersebut sampai2 dia tidak mau mengikuti ucapan yang dibisikkan oleh Rasul ketelinganya? kemudian sang Ibu menjawab:" Dia lebih mengutamakan kepentingan istrinya daripada kepentingan saya." kemudian Rasul bertanya, maukah engkau memaafkannya? kemudian dijawab oleh sang Ibu bahwa dia tidak mau memaafkannya. kemudian Rasul memerintahkan kepada orang disekitarnya agar mencari kayu bakar. lalu ketika sang Ibu mengetahui bahwa Rasul akan membakar anaknya, maka sang Ibu serta merta terketuk hatinya untuk memaafkannya. Maka ketika sang Ibu memaafkannya, kemudian Rasul menuntun sisakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat, yang mana ucapan Rasul langsung disambut/diikuti oleh sisakaratul maut tsb. Dan begitu selesai mengucapkan kalimat tsb, tidak lama kemudian dia meninggal dunia. Hati2 dengan kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita, karena Surga berada dibawah telapak kaki ibu kita.
Friday, October 23, 2009
Hubungan Syaikh Utsaimin dan Mujahidin Chechnya,Afghanistan,Bosnia dll
I. Yang pertama adalah afsyussalaam (tebarkan salam).
Ketika kita berjumpa dengan teman2 kita, maka yang pertama kali kita ucapkan adalah assalaamu'alaikum ( semoga Allah memberikan kesalamatan kepada kalian). siapa orang yang tidak senang kepada kita dikala kita mengucapkan salam seperti ini, jangankan orang yg baik hubungannya kepada kita, orang yang tadinya tidak suka kepada kitapun, maka ketika kita mengucapkan salam kepadanya, mk sudah pasti dia akan senang ketika kita mendoakan semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya, siapa sih orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan? lanjtn
Tuesday, October 20, 2009
Keutamaan Shalat Tathawwu’
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن أول ما يحاسب الناس به يوم القيامة من أعمالهم الصلاة قال يقول ربنا عزوجل لملائكته وهو أعلم انظروا في صلاة عبدي أتمها أم نقصها فإن كانت تامة كتبت له تامة وإن كان انتقص منها شيئا قال انظروا هل لعبدي من تطوع ؟ فإن كان له تطوع قال أتموا لعبدي فريضته من تطوعه ثم تؤخذ الأعمال على ذاكم
“Sesungguhnya amal ibadah manusia yang pertama kali dihisab (diperhitungkan) pada hari kiamat adalah shalat (wajib lima waktu), Allah Ta’ala berfirman kepada para malaikat –dan Dia Maha Mengetahui (segala sesuatu)–: ‘Periksalah shalat (lima waktu yang telah dikerjakan) hamba-Ku, apakah dia telah sempurna atau ada yang kurang?’ Kalau shalatnya telah sempurna maka dituliskan baginya (pahala) yang sempurna, kalau ada yang kurang dalam shalatnya, Allah berfirman: ‘Apakah hamba-Ku pernah mengerjakan shalat tathawwu’?’ Kalau hamba tersebut pernah mengerjakan shalat sunnah tathawwu’, Allah berfirman: ‘Sempurnakanlah bagi hamba-Ku (kekurangan) shalat (wajib lima waktu) dengan shalat tathawwu”. Kemudian amal-amal ibadah lainnya akan diperhitungkan seperti itu.” [1]
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan dan salah satu hikmah besar disyariatkannya shalat tathawwu’. [2]
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-’Utsaimin mengatakan, “Ketahuilah, sungguh termasuk nikmat Allah (yang agung) dengan Dia mensyariatkan kepada hamba-hamba-Nya amal-amal ibadah sunnah tambahan untuk menyempurnakan (kekurangan) amal-amal yang wajib, karena (bagaimana pun) amal-amal yang wajib tidak akan luput dari kekurangan.” [3]
Mutiara Hikmah
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
- Shalat tathawwu’ adalah semua shalat yang disyariatkan dalam agama Islam, selain shalat wajib lima waktu, baik yang hukumnya wajib atau sunnah (anjuran) [4].
- Agungnya kedudukan shalat lima waktu dalam Islam, karena shalat adalah ibadah yang pertama kali Allah Ta’ala wajibkan kepada manusia setelah kewajiban beriman (dua kalimat syahadat), maka shalat adalah panji iman dan bendera Islam[5].
- ‘Umar bin Khattab mengatakan, “Hisablah (introspeksilah) dirimu saat ini sebelum engkau dihisab (diperiksa/dihitung amal perbuatanmu pada hari kiamat), dan timbanglah dirimu saat ini sebelum amal perbuatanmu ditimbang (pada hari kiamat nanti).” [6]
- Agungnya rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya dengan menyempurnakan kekurangan pada ibadah wajib mereka dengan ibadah sunnah yang mereka kerjakan. [7]
- Arti ‘kekurangan yang disempurnakan” dalam hadits ini adalah ketidaksempurnaan dalam melaksanakan amal-amal wajib dalam shalat, atau amal-amal yang disyariatkan seperti khusyu’, dzikir-dzikir maupun doa dalam shalat. [8]
- Hamba Allah yang paling mulia di sisi Allah adalah yang melaksanakan amal-amal ibadah yang wajib dengan baik, dan banyak mengerjakan amal-amal sunnah, sehingga Allah Ta’ala pun mencintainya, inilah wali (kekasih) Allah Ta’ala yang sesungguhnya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih[9] (yang menjelaskan tentang wali Allah, ed).
- Keutamaan memperbanyak shalat tathawwu’ dan amal-amal sunnah lainnya, karena semakin banyak amalan sunnah yang kita kerjakan maka semakin besar pula peluang kita untuk menyempurnakan kewajiban-kewajiban kita, untuk keselamatan kita di hari kemudian.
- Dahsyatnya perhitungan amal pada hari kiamat, karena pada waktu itu yang bermanfaat hanyalah amal perbuatan manusia, bukan harta atau kemewahan dunia yang mereka miliki.
***
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.
Artikel www.muslim.or.id
Footnote:
[1] HR Abu Dawud (no. 864), an-Nasa-i (1/232-233), at-Tirmidzi (no. 413) dan Ibnu Majah (no. 1425 dan 1426), dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagiir (no. 2020).
[2] Lihat kitab Bugyatul Mutathawwi’ (hal. 16)
[3] Kitab Syarh Riyadhish Shaalihiin (3/282).
[4] Lihat kitab Bugyatul mutathawwi’ (hal. 12).
[5] Lihat kitab Faidhul Qadiir (3/87).
[6] Ucapan sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang terkenal, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab beliau Az Zuhd (hal. 120), dengan sanad yang hasan.
[7] Lihat kitab Bahjatun Naazhiriin (2/281).
[8] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi (2/384).
[9] HSR al-Bukhari (no. 6137).
"I. Yang pertama adalah afsyussalaam (tebarkan salam).
Ketika kita berjumpa dengan teman2 kita, maka yang pertama kali kita ucapkan adalah assalaamu'alaikum ( semoga Allah memberikan kesalamatan kepada kalian). siapa orang yang tidak senang kepada kita dikala kita mengucapkan salam seperti ini, jangankan orang yg baik hubungannya kepada kita, orang yang tadinya tidak suka kepada kitapun, maka ketika kita mengucapkan salam kepadanya, mk sudah pasti dia akan senang ketika kita mendoakan semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya, siapa sih orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan? lanjtn
Saturday, October 10, 2009
berlomba dalam kebaikan: MUJAHADAH
I. Yang pertama adalah afsyussalaam (tebarkan salam).
Ketika kita berjumpa dengan teman2 kita, maka yang pertama kali kita ucapkan adalah assalaamu'alaikum ( semoga Allah memberikan kesalamatan kepada kalian). siapa orang yang tidak senang kepada kita dikala kita mengucapkan salam seperti ini, jangankan orang yg baik hubungannya kepada kita, orang yang tadinya tidak suka kepada kitapun, maka ketika kita mengucapkan salam kepadanya, mk sudah pasti dia akan senang ketika kita mendoakan semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya, siapa sih orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan? lanjtn
Monday, July 13, 2009
Peluangemasmenjadiorangyangbertakwa
Peluang emas menjadi org yg bertakwa
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu’alaikum.w.w.
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin.
Washshalaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil ambiyaa’I wal mursalin sayyidiinaa Muhammad s.a.w. wa ‘alaa aalihi washahbihii ajma’iin.
:”Yaa ayyuhalladziina aamnuu kutiba ‘alaikumushshiyaamu kamaa kutiba ‘alaalladziina minqablikum la’alakum tattaquun.” (menurut Ibnu Abbas bhw puasa juga diwajibkan kpd org2 terdahulu akan tetapi hanya 3 hari lamanya bkn st bln.)
- Sgl puji marilah kt panjatkan kpd Allah swt, yg mana atas limpahan rahmat dan karuniaNyalah , mk kt semua msh diberi kesempatan utk shaum diBulan suci.R. ini…, Bln yg pnh berkah, rahmah dan maghfirah.
Pdhal betapa banyak saudara2 kt yg saat ini sdg terbaring dirmh skt atau bahkan sdh lbh dulu dipanggil menghadap Allah swt.
- Bln .R. jg sering disbt dgn sayyidusysyuhur(rajanya bln)…, mengapa? Krn dibln .R.lah bln diturunkannya Al Quran, baik turun scr keseluruhan 30 juz dr lauhul mahfudh ke baitul ‘izzah yaitu dimlm lailtulqadar…, maupun turun permulaan Al.Q. dr langit dunia kebumi yg diwahyukan melalui Jibril kpd Nabi Muhammad s.a.w. yg kt kenal dgn nama nuzulul qur’an. (arabkan:”Syahru ramadhoonalladzii unzila fiihilqur’aanu hudallinnaasi wabayyinnatimminal hudaa wal furqan)…
- kmd dibln.R.inilah Jibril turun ke bumi khusus utk tilawah qur’an bersama Rasulullah saw. Dan Jibril tdk melak ini kec hanya dibln.R.
- Kmd dibln .R inilah tdp st mlm yg lbh baik dari seribu bulan yg sdh sgt kt kenal yaitu mlm lailtulqadar.…, yg mana malam.L ini tdk terdpt pd umat2 terdahulu.
- kmd di bln.R. inilah Pahala sholat sunat mendpt pahala sm dng pahala sholat fardlu di bln lain…, dan pahala sholat fardlu dilipatgandakan pahalanya sampai 70 kl lpt…
- kmd di bln.R. ini…, jgnkan sholat sunat, jgnkan membaca Al.Q., jgnkan infak shodaqoh, bahkan tidur sekalipun bernilai ibadah…., semua doa diijabah, serta dosa2 diampuni asalkan kita berpuasa pnh dng keimanan dan ihtisab.(man shaama ramadlaana iimanan wahtisaban ghufirolahu ma taqaddama mindzanbihi). Jgn justru sebaliknya kita berpuasa spt halnya org yg tdk mendptkan apa2 dr puasanya kec lapar dan dahaga saja. (Kam min shaaimin laisa lahuu min sshiyamihii illal juu’I wa a’thash)
Dan tentunya kita semua pasti mendambakan bahwa melalui shaum diBln suci.R. ini, kita dpt meningkatkan kadar keimanan kita utk mencapai derajat takwa.
Dr dulu hingga sekarang, dan bahkan sampai wkt yg akan dtg nanti mk gelar/derajat takwa akan selalu menjadi ajang lomba bg org-org yg beriman….dunia tdk akan pernah sepi dari perlombaan ini selama dimuka bumi ini msh ada org yg beriman.
sipakah org yg bertaqwa itu? Seorg mufassir mengatakan bhw org yg bertaqwa adl :” Alladziina yattaquuna sakhatallaahi biimtitsaali awaamirihii wajtinaabi nawaahihi, wayadfa’uuna adzabahu bito’atihi.”
Tentunya kt akan bertanya didlm ht…, apa sebenarnya rhs yg tersimpan dibalik gelar takwa ini? Sehingga org2 beriman selalu berlomba utk meraihnya.
Allah swt menjanjikan kebahagiaan dunia dan akherat bagi org2 yg bertakwa.
Ktk msh didunia, Allah swt akan memberi jln keluar atas segala macam persoalan dan kesulitan yg dilaminya dan akan mendatangkan rizki kpdnya dari arah yang tidak disangka2 sebelumnya (wamayyattaqillaaha yaj’allahuu makhraja wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib )
Dan juga Allah menjadikan baginya kemudahan dalam sgl urusannya (waman yattaqillaaha yaj’al lahu min amrihi yusro).
Kmd ketika sdg dlm keadan sakaratul maut, ktk org lain pada ketakutan dan bersedih ht menghadapi sakaratul maut, maka org2 muttaqiin yg selalu istiqamah dlm keyakinannya bhw:” Hanya Allahlah Tuhan kami.”, mk dia menghadapi sakaratul maut dgn tenang tanpa rasa takut karena Malaikat turun kepadanya sambil membisikkan kata2:” Allaa takhaafuu walaa tahzanuu wa absyiruu biljannati latiy kuntum tu’aduun.” (jgn kalian merasa takut dan jgn pula bersedih ht dan gembirakanlah mrk dgn Surga yg dijanjikan kpd mrk) bkn spt tempatmu ktk didunia yaitu penjara, krn dunia adl penjara bagi org yg bertaqwa, dan surga bg org yg durhaka.
Kmd ketika sudah diakherat. Disediakan Surga bagi org yg bertaqwa ( wasar’uu ilaa maghfiratin mirrabbikum …….dst).
Dan dibln Ramadlon inilah sa’at yg plg tepat bg org beriman utk meraih gelar taqwa. Mengapa? Krn dibln .R. inilah sifat2 org bertaqwa dgn mdh dpt diaplikasikan/direalisasikan. Apakah dibln lain kt tdk bisa meningkatkan keimanan kt agar menjadi org yg bertaqwa? Bulan lainpun bisa akan tetapi yg paling mdh direalisasikan adl dibln ramadlan. Mengapa? 1. Banyak membaca Al Quran. ——-keimanan kita meningkat.
2. Mendirikan sholat (fardlu, terawih, dan sholat2 lain yg diluar Rmdln tdk kt lak, mk kt lak)
3. org2 berlomba mengInfakkan hartanya di bln R.
Sementara Peningkatan Keimanan …, mendirikan sholat…, dan berinfak tsb adl mrpkn sifat2 yg wajib dimiliki oleh org yg bertaqwa, Hudallilmuttaqiin, alladziina yu’minuuna bilghaibi wayuqimuunashshalata wamimmaa razaqnaahum yunfiquun.
http://berlomba।rssalizer.hop.clickbank.net
