Monday, November 23, 2009

AddThis - Features

This summary is not available. Please click here to view the post.

Smartest sharing tool

Smartest sharing tool

Berlomba Dalam Kebaikan.


Marilah berbuat baik kepada orang lain..., siapapun orang lain itu, bahkan kepada orang yang membenci/memusuhi kita sekalipun. Apalagi kepada orang yang selalu berbuat baik kepada kita, maka sudah pasti ada kewajiban bagi kita untuk berbuat baik kepadanya. Kalau kita amati secara cermat, ternyata orang yang paling baik kepada kita adalah kedua orang tua kita (pada umumnya).
Dari sejak masih didalam kandungan, kita telah mendatangkan berbagai macam kesulitan terutama kepada Ibu kita. Didalam perut tsb kita semakin membesar dan membesar, bertambah berat dan berat, sampai2 untuk sekedar berjalanpun Ibu kita mengalami kesulitan,padahal ini berlangsung cukup lama sekitar 9 (sembilan) bulan.

Akan tetapi Ibu kita tidak mengeluh sedikitpun bahkan beliau jalani dengan penuh keikhlasan. kemudian ketika ibu kita melahirkan bayi dari kandungannya yang sudah barang tentu penuh dengan kesulitan, kesakitan, dan bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya tapi semuanya dihadapinya dengan penuh keikhlasan. Kemudian setelah kita lahir didunia ini, kita tidak tahu apa2 dan tidak dapat berbuat apa2 selain menangis, bahkan minum air susu ibukitapun kita tidak mampu kalau sekiranya Ibu kita tidak menyodorkannya kemulut kita. Masih untung Allah memberi kebisaan kepada kita walaupun hanya menangis, coba bayangkan kalau menangispun kita tidak bisa, maka ketika perut kita lapar ingin minta minum, maka Ibu kita tidak akan tahu kalau saat itu kita sedang kelaparan/kehausan. Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, serta segala nikmat yang begitu banyaknya sampai2 kita tidak dapat menghitungnya satu persatu karena saking banyaknya. Sehingga bayi yang tadinya tidak bisa berbuat apa-apa , lambat laun menjadi seorang anak yang sudah mulai belajar berjalan dan berbicara, meskipun berjalanpun masih tertatih-tatih bahkan kadang2 terjatuh, juga berbicarapun yg sepatah dua patah kata berkat ajaran dari kedua orang tua kita, maka jangan heran kalau kata pertama yang dapat kita ucapkan adalah kata:" Ayah dan Ibu." jadi orang yang pertama menjadi guru kita didunia ini adalah kedua orang tua kita. Didunia ini hampir setiap anak kecil yang sedang belajar berbicara , mereka semua akan belajar menyebut nama2 benda sebagaimana kita lihat ketika nabi Adam diajar nama2 benda oleh Allah s.w.t.....
Berkat kasih sayang dan bimbingan kedua orang tua kita dengan segala macam: kesulitan dan duka nestapanya maka jadilah kita tumbuh dewasa menjadi batu karang yang kokoh menahan gempuran badai dilautan.
Kebaikan dan ketulusan kasih sayang kedua orang tua kita tidak akan terbayarkan meskipun kita akan menggantinya dengan Gunung Emas sekalipun. Maka jangan heran kalau Allah s.w.t. beserta RasulNya berkali-kali memerintahkan kepada kita agar kita berbuat baik kepada keduanya. Sudah pasti kita wajib hormat,patuh dan taat kepadanya, jangan sedikitpun membuatnya kecewa.
Pada suatu hari di zaman Rasulullah s.a.w. ada salah seorang sahabat yang sedang mengalami sakaratul maut, kemudian Rasul datang menghampirinya, ketika Rasul melihat keadaan sahabat yang sangat memprihatinkan tsb, maka Beliau mencoba meringankan beban sahabat tsb dengan membisikkan kalimat syahadat ditelinganya agar supaya bisikan tsb diikuti oleh sisakaratul maut. Akan tetapi ternyata sisakaratul maut tidak bergeming sedikitpun, tidak tergerak lidahnya sedikitpun, sehingga Rasul mengulanginya dan mengulanginya sampai tiga kali. Tapi ternyata sisakaratul maut masih tidak bergeming sedikitpun. Kemudia Rasul bertanya kepada orang disekelilingnya:" Apakah dia(sisakaratul maut) masih punya ayah? kemudian dijawab bahwa ayahnya sudah meninggal. Kemudian Rasul bertanya lagi apakah dia masih punya Ibu? kemudian dijawab :" Masih ada" kemudian kata Rasul:" Dimana dia?". Ada Rasul, dia didalam kamar. Semula si Ibu tidak akan keluar kalau sekiranya bukan Rasul yabg memanggilnya. Kemudian Rasul bertanya kepada sang Ibu tentang apa kesalahan si anak yang sedang sakaratul maut tersebut sampai2 dia tidak mau mengikuti ucapan yang dibisikkan oleh Rasul ketelinganya? kemudian sang Ibu menjawab:" Dia lebih mengutamakan kepentingan istrinya daripada kepentingan saya." kemudian Rasul bertanya, maukah engkau memaafkannya? kemudian dijawab oleh sang Ibu bahwa dia tidak mau memaafkannya. kemudian Rasul memerintahkan kepada orang disekitarnya agar mencari kayu bakar. lalu ketika sang Ibu mengetahui bahwa Rasul akan membakar anaknya, maka sang Ibu serta merta terketuk hatinya untuk memaafkannya. Maka ketika sang Ibu memaafkannya, kemudian Rasul menuntun sisakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat, yang mana ucapan Rasul langsung disambut/diikuti oleh sisakaratul maut tsb. Dan begitu selesai mengucapkan kalimat tsb, tidak lama kemudian dia meninggal dunia. Hati2 dengan kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita, karena Surga berada dibawah telapak kaki ibu kita.