Monday, November 23, 2009

AddThis - Features

This summary is not available. Please click here to view the post.

Smartest sharing tool

Smartest sharing tool

Berlomba Dalam Kebaikan.


Marilah berbuat baik kepada orang lain..., siapapun orang lain itu, bahkan kepada orang yang membenci/memusuhi kita sekalipun. Apalagi kepada orang yang selalu berbuat baik kepada kita, maka sudah pasti ada kewajiban bagi kita untuk berbuat baik kepadanya. Kalau kita amati secara cermat, ternyata orang yang paling baik kepada kita adalah kedua orang tua kita (pada umumnya).
Dari sejak masih didalam kandungan, kita telah mendatangkan berbagai macam kesulitan terutama kepada Ibu kita. Didalam perut tsb kita semakin membesar dan membesar, bertambah berat dan berat, sampai2 untuk sekedar berjalanpun Ibu kita mengalami kesulitan,padahal ini berlangsung cukup lama sekitar 9 (sembilan) bulan.

Akan tetapi Ibu kita tidak mengeluh sedikitpun bahkan beliau jalani dengan penuh keikhlasan. kemudian ketika ibu kita melahirkan bayi dari kandungannya yang sudah barang tentu penuh dengan kesulitan, kesakitan, dan bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya tapi semuanya dihadapinya dengan penuh keikhlasan. Kemudian setelah kita lahir didunia ini, kita tidak tahu apa2 dan tidak dapat berbuat apa2 selain menangis, bahkan minum air susu ibukitapun kita tidak mampu kalau sekiranya Ibu kita tidak menyodorkannya kemulut kita. Masih untung Allah memberi kebisaan kepada kita walaupun hanya menangis, coba bayangkan kalau menangispun kita tidak bisa, maka ketika perut kita lapar ingin minta minum, maka Ibu kita tidak akan tahu kalau saat itu kita sedang kelaparan/kehausan. Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, serta segala nikmat yang begitu banyaknya sampai2 kita tidak dapat menghitungnya satu persatu karena saking banyaknya. Sehingga bayi yang tadinya tidak bisa berbuat apa-apa , lambat laun menjadi seorang anak yang sudah mulai belajar berjalan dan berbicara, meskipun berjalanpun masih tertatih-tatih bahkan kadang2 terjatuh, juga berbicarapun yg sepatah dua patah kata berkat ajaran dari kedua orang tua kita, maka jangan heran kalau kata pertama yang dapat kita ucapkan adalah kata:" Ayah dan Ibu." jadi orang yang pertama menjadi guru kita didunia ini adalah kedua orang tua kita. Didunia ini hampir setiap anak kecil yang sedang belajar berbicara , mereka semua akan belajar menyebut nama2 benda sebagaimana kita lihat ketika nabi Adam diajar nama2 benda oleh Allah s.w.t.....
Berkat kasih sayang dan bimbingan kedua orang tua kita dengan segala macam: kesulitan dan duka nestapanya maka jadilah kita tumbuh dewasa menjadi batu karang yang kokoh menahan gempuran badai dilautan.
Kebaikan dan ketulusan kasih sayang kedua orang tua kita tidak akan terbayarkan meskipun kita akan menggantinya dengan Gunung Emas sekalipun. Maka jangan heran kalau Allah s.w.t. beserta RasulNya berkali-kali memerintahkan kepada kita agar kita berbuat baik kepada keduanya. Sudah pasti kita wajib hormat,patuh dan taat kepadanya, jangan sedikitpun membuatnya kecewa.
Pada suatu hari di zaman Rasulullah s.a.w. ada salah seorang sahabat yang sedang mengalami sakaratul maut, kemudian Rasul datang menghampirinya, ketika Rasul melihat keadaan sahabat yang sangat memprihatinkan tsb, maka Beliau mencoba meringankan beban sahabat tsb dengan membisikkan kalimat syahadat ditelinganya agar supaya bisikan tsb diikuti oleh sisakaratul maut. Akan tetapi ternyata sisakaratul maut tidak bergeming sedikitpun, tidak tergerak lidahnya sedikitpun, sehingga Rasul mengulanginya dan mengulanginya sampai tiga kali. Tapi ternyata sisakaratul maut masih tidak bergeming sedikitpun. Kemudia Rasul bertanya kepada orang disekelilingnya:" Apakah dia(sisakaratul maut) masih punya ayah? kemudian dijawab bahwa ayahnya sudah meninggal. Kemudian Rasul bertanya lagi apakah dia masih punya Ibu? kemudian dijawab :" Masih ada" kemudian kata Rasul:" Dimana dia?". Ada Rasul, dia didalam kamar. Semula si Ibu tidak akan keluar kalau sekiranya bukan Rasul yabg memanggilnya. Kemudian Rasul bertanya kepada sang Ibu tentang apa kesalahan si anak yang sedang sakaratul maut tersebut sampai2 dia tidak mau mengikuti ucapan yang dibisikkan oleh Rasul ketelinganya? kemudian sang Ibu menjawab:" Dia lebih mengutamakan kepentingan istrinya daripada kepentingan saya." kemudian Rasul bertanya, maukah engkau memaafkannya? kemudian dijawab oleh sang Ibu bahwa dia tidak mau memaafkannya. kemudian Rasul memerintahkan kepada orang disekitarnya agar mencari kayu bakar. lalu ketika sang Ibu mengetahui bahwa Rasul akan membakar anaknya, maka sang Ibu serta merta terketuk hatinya untuk memaafkannya. Maka ketika sang Ibu memaafkannya, kemudian Rasul menuntun sisakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat, yang mana ucapan Rasul langsung disambut/diikuti oleh sisakaratul maut tsb. Dan begitu selesai mengucapkan kalimat tsb, tidak lama kemudian dia meninggal dunia. Hati2 dengan kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita, karena Surga berada dibawah telapak kaki ibu kita.

Friday, October 23, 2009

Hubungan Syaikh Utsaimin dan Mujahidin Chechnya,Afghanistan,Bosnia dll

Hubungan Syaikh Utsaimin dan Mujahidin Chechnya,Afghanistan,Bosnia dll: "Selain memperhatikan kondisi umat, Syaikh juga tidak melupakan negeri-negeri islam yang tengah bersengketa dan terampas seperti Bosnia dan Chechnya. Juga negeri Afganistan yang berperang melawan Rusia. Syaikh senantiasa menghubungi dan membantu mereka. Supaya lebih jelas, akan kubacakan sebagian tulisan saudara kita di kedutaan besar Chechnya. Mereka menulis untaian ..."

I. Yang pertama adalah afsyussalaam (tebarkan salam).
Ketika kita berjumpa dengan teman2 kita, maka yang pertama kali kita ucapkan adalah assalaamu'alaikum ( semoga Allah memberikan kesalamatan kepada kalian). siapa orang yang tidak senang kepada kita dikala kita mengucapkan salam seperti ini, jangankan orang yg baik hubungannya kepada kita, orang yang tadinya tidak suka kepada kitapun, maka ketika kita mengucapkan salam kepadanya, mk sudah pasti dia akan senang ketika kita mendoakan semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya, siapa sih orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan? lanjtn

Tuesday, October 20, 2009

Keutamaan Shalat Tathawwu’

Keutamaan Shalat Tathawwu’: "

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إن أول ما يحاسب الناس به يوم القيامة من أعمالهم الصلاة قال يقول ربنا عزوجل لملائكته وهو أعلم انظروا في صلاة عبدي أتمها أم نقصها فإن كانت تامة كتبت له تامة وإن كان انتقص منها شيئا قال انظروا هل لعبدي من تطوع ؟ فإن كان له تطوع قال أتموا لعبدي فريضته من تطوعه ثم تؤخذ الأعمال على ذاكم


“Sesungguhnya amal ibadah manusia yang pertama kali dihisab (diperhitungkan) pada hari kiamat adalah shalat (wajib lima waktu), Allah Ta’ala berfirman kepada para malaikat –dan Dia Maha Mengetahui (segala sesuatu)–: ‘Periksalah shalat (lima waktu yang telah dikerjakan) hamba-Ku, apakah dia telah sempurna atau ada yang kurang?’ Kalau shalatnya telah sempurna maka dituliskan baginya (pahala) yang sempurna, kalau ada yang kurang dalam shalatnya, Allah berfirman: ‘Apakah hamba-Ku pernah mengerjakan shalat tathawwu’?’ Kalau hamba tersebut pernah mengerjakan shalat sunnah tathawwu’, Allah berfirman: ‘Sempurnakanlah bagi hamba-Ku (kekurangan) shalat (wajib lima waktu) dengan shalat tathawwu”. Kemudian amal-amal ibadah lainnya akan diperhitungkan seperti itu.” [1]




Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan dan salah satu hikmah besar disyariatkannya shalat tathawwu’. [2]


Syaikh Muhammad bin Shaleh al-’Utsaimin mengatakan, “Ketahuilah, sungguh termasuk nikmat Allah (yang agung) dengan Dia mensyariatkan kepada hamba-hamba-Nya amal-amal ibadah sunnah tambahan untuk menyempurnakan (kekurangan) amal-amal yang wajib, karena (bagaimana pun) amal-amal yang wajib tidak akan luput dari kekurangan.” [3]


Mutiara Hikmah


Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:



  1. Shalat tathawwu’ adalah semua shalat yang disyariatkan dalam agama Islam, selain shalat wajib lima waktu, baik yang hukumnya wajib atau sunnah (anjuran) [4].

  2. Agungnya kedudukan shalat lima waktu dalam Islam, karena shalat adalah ibadah yang pertama kali Allah Ta’ala wajibkan kepada manusia setelah kewajiban beriman (dua kalimat syahadat), maka shalat adalah panji iman dan bendera Islam[5].

  3. ‘Umar bin Khattab mengatakan, “Hisablah (introspeksilah) dirimu saat ini sebelum engkau dihisab (diperiksa/dihitung amal perbuatanmu pada hari kiamat), dan timbanglah dirimu saat ini sebelum amal perbuatanmu ditimbang (pada hari kiamat nanti).” [6]

  4. Agungnya rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya dengan menyempurnakan kekurangan pada ibadah wajib mereka dengan ibadah sunnah yang mereka kerjakan. [7]

  5. Arti ‘kekurangan yang disempurnakan” dalam hadits ini adalah ketidaksempurnaan dalam melaksanakan amal-amal wajib dalam shalat, atau amal-amal yang disyariatkan seperti khusyu’, dzikir-dzikir maupun doa dalam shalat. [8]

  6. Hamba Allah yang paling mulia di sisi Allah adalah yang melaksanakan amal-amal ibadah yang wajib dengan baik, dan banyak mengerjakan amal-amal sunnah, sehingga Allah Ta’ala pun mencintainya, inilah wali (kekasih) Allah Ta’ala yang sesungguhnya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih[9] (yang menjelaskan tentang wali Allah, ed).

  7. Keutamaan memperbanyak shalat tathawwu’ dan amal-amal sunnah lainnya, karena semakin banyak amalan sunnah yang kita kerjakan maka semakin besar pula peluang kita untuk menyempurnakan kewajiban-kewajiban kita, untuk keselamatan kita di hari kemudian.

  8. Dahsyatnya perhitungan amal pada hari kiamat, karena pada waktu itu yang bermanfaat hanyalah amal perbuatan manusia, bukan harta atau kemewahan dunia yang mereka miliki.


***


Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.

Artikel www.muslim.or.id


Footnote:


[1] HR Abu Dawud (no. 864), an-Nasa-i (1/232-233), at-Tirmidzi (no. 413) dan Ibnu Majah (no. 1425 dan 1426), dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagiir (no. 2020).


[2] Lihat kitab Bugyatul Mutathawwi’ (hal. 16)


[3] Kitab Syarh Riyadhish Shaalihiin (3/282).


[4] Lihat kitab Bugyatul mutathawwi’ (hal. 12).


[5] Lihat kitab Faidhul Qadiir (3/87).


[6] Ucapan sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang terkenal, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab beliau Az Zuhd (hal. 120), dengan sanad yang hasan.


[7] Lihat kitab Bahjatun Naazhiriin (2/281).


[8] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi (2/384).


[9] HSR al-Bukhari (no. 6137).

"

I. Yang pertama adalah afsyussalaam (tebarkan salam).
Ketika kita berjumpa dengan teman2 kita, maka yang pertama kali kita ucapkan adalah assalaamu'alaikum ( semoga Allah memberikan kesalamatan kepada kalian). siapa orang yang tidak senang kepada kita dikala kita mengucapkan salam seperti ini, jangankan orang yg baik hubungannya kepada kita, orang yang tadinya tidak suka kepada kitapun, maka ketika kita mengucapkan salam kepadanya, mk sudah pasti dia akan senang ketika kita mendoakan semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya, siapa sih orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan? lanjtn

Saturday, October 10, 2009

berlomba dalam kebaikan: MUJAHADAH

berlomba dalam kebaikan: MUJAHADAH

I. Yang pertama adalah afsyussalaam (tebarkan salam).
Ketika kita berjumpa dengan teman2 kita, maka yang pertama kali kita ucapkan adalah assalaamu'alaikum ( semoga Allah memberikan kesalamatan kepada kalian). siapa orang yang tidak senang kepada kita dikala kita mengucapkan salam seperti ini, jangankan orang yg baik hubungannya kepada kita, orang yang tadinya tidak suka kepada kitapun, maka ketika kita mengucapkan salam kepadanya, mk sudah pasti dia akan senang ketika kita mendoakan semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya, siapa sih orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan? lanjtn

Monday, July 13, 2009

Peluangemasmenjadiorangyangbertakwa

Peluang emas menjadi org yg bertakwa

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu’alaikum.w.w.
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin.
Washshalaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil ambiyaa’I wal mursalin sayyidiinaa Muhammad s.a.w. wa ‘alaa aalihi washahbihii ajma’iin.
:”Yaa ayyuhalladziina aamnuu kutiba ‘alaikumushshiyaamu kamaa kutiba ‘alaalladziina minqablikum la’alakum tattaquun.” (menurut Ibnu Abbas bhw puasa juga diwajibkan kpd org2 terdahulu akan tetapi hanya 3 hari lamanya bkn st bln.)

- Sgl puji marilah kt panjatkan kpd Allah swt, yg mana atas limpahan rahmat dan karuniaNyalah , mk kt semua msh diberi kesempatan utk shaum diBulan suci.R. ini…, Bln yg pnh berkah, rahmah dan maghfirah.
Pdhal betapa banyak saudara2 kt yg saat ini sdg terbaring dirmh skt atau bahkan sdh lbh dulu dipanggil menghadap Allah swt.
- Bln .R. jg sering disbt dgn sayyidusysyuhur(rajanya bln)…, mengapa? Krn dibln .R.lah bln diturunkannya Al Quran, baik turun scr keseluruhan 30 juz dr lauhul mahfudh ke baitul ‘izzah yaitu dimlm lailtulqadar…, maupun turun permulaan Al.Q. dr langit dunia kebumi yg diwahyukan melalui Jibril kpd Nabi Muhammad s.a.w. yg kt kenal dgn nama nuzulul qur’an. (arabkan:”Syahru ramadhoonalladzii unzila fiihilqur’aanu hudallinnaasi wabayyinnatimminal hudaa wal furqan)…
- kmd dibln.R.inilah Jibril turun ke bumi khusus utk tilawah qur’an bersama Rasulullah saw. Dan Jibril tdk melak ini kec hanya dibln.R.
- Kmd dibln .R inilah tdp st mlm yg lbh baik dari seribu bulan yg sdh sgt kt kenal yaitu mlm lailtulqadar.…, yg mana malam.L ini tdk terdpt pd umat2 terdahulu.
- kmd di bln.R. inilah Pahala sholat sunat mendpt pahala sm dng pahala sholat fardlu di bln lain…, dan pahala sholat fardlu dilipatgandakan pahalanya sampai 70 kl lpt…
- kmd di bln.R. ini…, jgnkan sholat sunat, jgnkan membaca Al.Q., jgnkan infak shodaqoh, bahkan tidur sekalipun bernilai ibadah…., semua doa diijabah, serta dosa2 diampuni asalkan kita berpuasa pnh dng keimanan dan ihtisab.(man shaama ramadlaana iimanan wahtisaban ghufirolahu ma taqaddama mindzanbihi). Jgn justru sebaliknya kita berpuasa spt halnya org yg tdk mendptkan apa2 dr puasanya kec lapar dan dahaga saja. (Kam min shaaimin laisa lahuu min sshiyamihii illal juu’I wa a’thash)
Dan tentunya kita semua pasti mendambakan bahwa melalui shaum diBln suci.R. ini, kita dpt meningkatkan kadar keimanan kita utk mencapai derajat takwa.
Dr dulu hingga sekarang, dan bahkan sampai wkt yg akan dtg nanti mk gelar/derajat takwa akan selalu menjadi ajang lomba bg org-org yg beriman….dunia tdk akan pernah sepi dari perlombaan ini selama dimuka bumi ini msh ada org yg beriman.
sipakah org yg bertaqwa itu? Seorg mufassir mengatakan bhw org yg bertaqwa adl :” Alladziina yattaquuna sakhatallaahi biimtitsaali awaamirihii wajtinaabi nawaahihi, wayadfa’uuna adzabahu bito’atihi.”
Tentunya kt akan bertanya didlm ht…, apa sebenarnya rhs yg tersimpan dibalik gelar takwa ini? Sehingga org2 beriman selalu berlomba utk meraihnya.
Allah swt menjanjikan kebahagiaan dunia dan akherat bagi org2 yg bertakwa.
Ktk msh didunia, Allah swt akan memberi jln keluar atas segala macam persoalan dan kesulitan yg dilaminya dan akan mendatangkan rizki kpdnya dari arah yang tidak disangka2 sebelumnya (wamayyattaqillaaha yaj’allahuu makhraja wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib )
Dan juga Allah menjadikan baginya kemudahan dalam sgl urusannya (waman yattaqillaaha yaj’al lahu min amrihi yusro).

Kmd ketika sdg dlm keadan sakaratul maut, ktk org lain pada ketakutan dan bersedih ht menghadapi sakaratul maut, maka org2 muttaqiin yg selalu istiqamah dlm keyakinannya bhw:” Hanya Allahlah Tuhan kami.”, mk dia menghadapi sakaratul maut dgn tenang tanpa rasa takut karena Malaikat turun kepadanya sambil membisikkan kata2:” Allaa takhaafuu walaa tahzanuu wa absyiruu biljannati latiy kuntum tu’aduun.” (jgn kalian merasa takut dan jgn pula bersedih ht dan gembirakanlah mrk dgn Surga yg dijanjikan kpd mrk) bkn spt tempatmu ktk didunia yaitu penjara, krn dunia adl penjara bagi org yg bertaqwa, dan surga bg org yg durhaka.

Kmd ketika sudah diakherat. Disediakan Surga bagi org yg bertaqwa ( wasar’uu ilaa maghfiratin mirrabbikum …….dst).

Dan dibln Ramadlon inilah sa’at yg plg tepat bg org beriman utk meraih gelar taqwa. Mengapa? Krn dibln .R. inilah sifat2 org bertaqwa dgn mdh dpt diaplikasikan/direalisasikan. Apakah dibln lain kt tdk bisa meningkatkan keimanan kt agar menjadi org yg bertaqwa? Bulan lainpun bisa akan tetapi yg paling mdh direalisasikan adl dibln ramadlan. Mengapa? 1. Banyak membaca Al Quran. ——-keimanan kita meningkat.
2. Mendirikan sholat (fardlu, terawih, dan sholat2 lain yg diluar Rmdln tdk kt lak, mk kt lak)
3. org2 berlomba mengInfakkan hartanya di bln R.

Sementara Peningkatan Keimanan …, mendirikan sholat…, dan berinfak tsb adl mrpkn sifat2 yg wajib dimiliki oleh org yg bertaqwa, Hudallilmuttaqiin, alladziina yu’minuuna bilghaibi wayuqimuunashshalata wamimmaa razaqnaahum yunfiquun.





http://berlomba।rssalizer.hop.clickbank.net

Berlomba dalam kebaikan

This summary is not available. Please click here to view the post.

Thursday, July 9, 2009

BANNERS

BANNERS.

Free Website Hosting


Free Website Hosting

Free Website Hosting

Free Website Hosting


Free Website Hosting

Setiap orang pasti ingin masuk Surga.

Tidak seorangpun didunia ini yang tidak ingin masuk Surga, kecuali orang yang celaka....., tidak percaya adanya Surga....., tidak tahu (mengenal) agama lagi tidak mau tahu tentang agama. Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kita 4(empat) amal perbuatan yang kalau kita kerjakan, maka kita akan masuk Surga penuh dengan keselamatan/kesejahteraan.

I. Yang pertama adalah afsyussalaam (tebarkan salam).
Ketika kita berjumpa dengan teman2 kita, maka yang pertama kali harus kita ucapkan adalah assalaamu'alaikum ( semoga Allah memberikan kesalamatan kepada kalian). siapa orang yang tidak senang kepada kita dikala kita mengucapkan salam seperti ini, jangankan orang yg baik hubungannya kepada kita, orang yang tadinya tidak suka kepada kitapun, maka ketika kita mengucapkan salam kepadanya, mk sudah pasti dia akan senang ketika dia mendengar ucapan kita yang mendoakan semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya, siapa sih orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan?.

II. Yang kedua ith'amuththo'am (berilah makan orang lain). maksudnya disini adalah kepada fakir miskin.
(tunggu sambungannya).

Friday, July 3, 2009

Mujahadah

Create your own banner at mybannermaker.com!




MUJAHADAH UNTUK MEMPEROLEH RIDHO ALLAH.

http://mujahadah.rssalizer.hop.clickbank.net



mailonpix.com



Mujahadah berasal dari kata Jaahada yang artinya adalah berjuang keras dengan sekuat tenaga.
Setiap kali kita mendengar kata jihad, selalu kita menghubungkannya dengan perang mengangkat senjata. Memang benar berperang(dgn mengangkat senjata) dijalan Allah adalah jihad fii sabilillah, akan tetapi berperang menggunakan senjata bukan satu2nya jihad fii sabilillah, bahkan perang ini menurut Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. adalah jihat kecil (shagir), sementara jihad besar(akbarnya) adalah perang melawan hawa nafsu kita sendiri. Sebagaimana dikatakan oleh Beliau ketika selesai perang Badar, :” Kita baru saja selesai dari perang kecil menuju keperang yang lebih besar (memerangi hawa nafsu).” Perang Badar yang begitu besarnya karena saking banyaknya korban yg berjatuhan baik di pihak Rasul sendiri maupun di pihak musuh, ternyata hanya disebut perang kecil.
Banyak ayat2 yang berkaitan dengan jihad misalnya didalam Surat Hud ayat 41 Allah berfirman :” Wajaahiduu bianwalikum waanfusikum fii sabiilillahi dzaalikum khairulakum inkuntum ta’lamuun.” (Berjihadlah dengan harta kalian dan jiwa kalian di jalan Allah, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui )
Juga diayat lain Allah berfirman:” Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulana.” (Dan orang2 yang berjihad dijalan kami niscaya akan kami tunjukkan jalan2 kami kepada mereka).
Setiap orang siapapun dia untuk mendapatkan ridho Allah harus bemujahadah terlebih dahulu. Tidak ada didunia ini seorangpun yang ibadahnya, entah itu sholatnya, entah itu puasanya, santai2 saja, semaunya sendiri, tanpa bermujahaadah/berjuang keras sekuat tenaga, tiba2 dia mendapatkan ridho Allah.
Mari kita lihat orang yang bertaqwa yg disifatkan oleh Allah swt didalam Al Qur’an. Seperti apa sih orang yang bertaqwa itu? Apakah mereka tanpa bermujahadah bisa meraih gelar taqwa? Sudah barang tentu setiap orang yang telah meraih gelar taqwa pasti telah melaui perjuangan yg sangat keras/mujahadah.
Sebagaimana firman Allah didalam surat Al Baqarah dan surat Ali ‘Imran, maka yang dimaksud orang yang bertaqwa adalah :” Alladziina yu’minuuna bilghaibi wayuqiimuunashshalata wamimmaa razaqnaahum yunfiquun.” Walladziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila minqablika wabilakhirati hum yuuqiinuun.” Walladziina yunfiquuna fissarraa’I wadhdharraa’I wal kazhiimiinalghaizha wal ‘aafiina ‘aninnaasi wallaahu yuhibbul muhsinin.”
(Orang2 yang bertaqwa adalah orang2 yang beriman kepada yang gho’ib, dan mendirikan sholat, dan menginfakkan sebagian rizqi yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan orang2 beriman terhadap Al Qur’an yang diturunkan kepadamu(Muhammad) dan kitab2(Zabur,Taurat,Injil) yang diturunkan sebelum kamu, dan beriman kepada hari akhirat. Dan orang2 yang menginfakkan hartanya dalam keadaan lapang ataupun sempit, dan mampu menahan amarahnya ketika sdg marah, dan mau memaafkan kesalahan orang lain, Allah menyukai orang2 yang berbuat ihsan). Itu semua tersebut diatas adl ciri2 orang yang bertaqwa. Jadi apabila pada diri seseorang terhimpun semua ciri2 tsb, maka dia adl org yang bertaqwa. Dari sini maka kita dapat bertanya kpd diri kt msg2 apakah kriteria2 tsb diatas sdh terhimpun dalam diri kita?. Kalau sudah….., sokur alhamdulillah. Kalau belum, maka marilah kita himpun ciri2 tsb dalam diri kita…, dan sdh brg tentu pasti hal ini hanya akan terwujud dgn bermujahadah.
Dari kriteria2 tsb diatas, maka ada 9 sifat orang bertaqwa yaitu:
1.Beriman kepada yang gho’ib.
2.Mendirikan sholat.
3.Infak.
4.Iman kepada Al Qur’an.
5.Iman kepada kitab2 sebelumnya.
6.Beriman kepada hari akhirat.
7.Berinfak dalam keadaan lapang ayaupun sempit.
8.Mampu menahan amarahnya ketika dia marah sekali.
9.Mau memaafkan orang lain.
Marilah kita tinjau kriteria2 tsb diatas satu persatu, tapi saya akan mulai dari yang nomor 2 yaitu:” Wayuqiimuunashsholata.” Yaitu orang2 yang mendirikan sholat,krn sholat adl tiangnya agama.
Sudahkah kita mendirikan sholat? Apa sih yg dimaksud mendirikan sholat itu?
Menurut Moh ‘Alishshobuni didalam kitab tafsirnya(Shofwatuttafassir), beliau mengatakan bahwa orang yang mendirikan sholat adl : yu’duunaha ‘alaa wajhil’akmali bisyuruthihaa, wa arkaanihaa, wakhusyuu’ihaa, wa adaabihaa. (orang yang mendirikan sholat adalah orang yang melaksanakan sholatnya dengan berbagai macam kesempurnaan baik mengenai syarat2 sholat, dan rukun2 sholat, dan kekhusyu’an sholat maupun adab2 nya). Kmd menurut Ibnu ‘Abbas (salah seorang yang didoakan Rasul paham/pandai Al Qur’an) bhw yg dimaksud orang yang mendirikan sholat adl: Qiyamuhu bi itmaami ruku’ihaa, wasujuudihaa, watilawaatihaa, wakhusyuu’ihaa. (Mendirikan sholatnya dengan menyempurnakan ruku’nya, sujudnya, bacaannya, dan khusyu’nya). Itulah yg dimksd org yg mendirikan sholat.
Untuk menyempurnakan ruku’ dan sujud mungkin tidak ada masalah, tetapi bagaimana mengenai kesempurnaan bacaan kita dan kekhusyu’an kita didalam sholat? Padahal kita tahu bahwa Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa bacaan/tilawah termasuk salah satu syarat mendirikan sholat. Sudahkah kita mengucapkan bacaan/tilawah kita(dalam sholat) dengan baik dan benar? Dan mengetahui kata demi kata yang kita baca didalam sholat? Banyak orang yg belum dapat membaca dengan baik&benar akan tetapi tidak mau belajar dgn alasan malu. Tetapi anehnya tidak malu2 ketika mengucapkan bacannya tsb didalam sholat. Kenapa kita tdk lbh malu kepada Allah drpd kpd manusia? Padahal Allahlah yang paling berhak kita malu kepadaNya.
Untuk itu mulai sekarang marilah kita sempurnakan bacaan kita…,serta mengetahui kata demi kata yang kita baca dalam sholat kita dan inilah salah satu bentuk mujahadah kita.
Bilamana ada yang mau belajar, silahkan pintu rumah saya terbuka 24 jam bagi yang akan belajar Al Qur’an dengan gratis tidak akan dipungut beaya satu rupiahpun.
Kemudian persyaratan lain yang harus dipenuhi bagi seseorang yang mendirikan sholat adalah memelihara kekhusyu’an dalam sholatnya.
Menurut salah seorang ulama salaf, salah satu persyaratan sholat khusyu adalah Hudhurul qalbi (menghadirkan hati) didalam sholatnya, apa yang dimaksud dengan menghadirkan hati?
Yang dimaksud dengan menghadirkan hati adalah mengosongkan hati dari selain Allah. Biasanya hati orang itu hanya dipenuhi dengan hal2 lain yang hanya akan menjadi hijab/penghalang bagi seseorang untuk bisa khusyu didalam sholatnya. Karena hatinya hanya penuhi dengan dunia, entah itu berupa harta, jabatan, kedudukan, harga diri dan lain sebagainya. Bukan berarti kita tidak boleh urusan dunia, sama sekali bukan itu maksudnya, boleh kita berinteraksi/urusan dunia (bahkan ini diharuskan karena kita khalifah dimuka bumi ini) akan tetapi jangan sampai dunia tadi bersemayam/disimpan didalam hati kita sehingga hanya akan menjadikan kita lupa kepada sang Maha Pencipta ( Allah s.w.t.).
Ingat bahwa ketika hati kita terisi (apalagi penuh) dengan hal2 selain Allah, maka pada saat itu Allah akan meninggalkan hati kita, dan ketika hati kita sudah kosong dari Allah, maka sudah pasti yang akan masuk kedalam hati kita adalah syetan. Dan syetan selamanya tidak pernah dan tidak akan pernah mengajak kepada kebaikan, syetan selalu berusaha menjerumuskan kita kelembah kebinasaan.
Maka dari itu agar kita dapat menghadirkan hati kita ketika sholat, maka kosongkanlah hati kita dari selain Allah, ketika hati kita sudah bersih dari berhala2 entah itu berupa harta, jabatan, gengsi dlsb, maka sudah pasti Allah akan hadir dalam hati kita, karena Allah sangat dekat dengan kita jikalau kita berusaha mendekatinya. Kalau Allah sdh dihati kita, maka sholat khusyu’ adalah mudah bagi kita.
Pengosongan hati dari selain Allah ini tentunya bukannya pekerjaan yg mudah, akan tetapi dengan bermujaahadah insya Allah hal tsb akan dapat kita laksanakan yang ujung2nya kita akan mendaptkan ridho Allah. bersambung!!!

Tuesday, June 23, 2009

berlomba dalam kebaikan

Create your own banner at mybannermaker.com!


BERLOMBA DALAM KEBAIKAN(T)






Marilah
berbuat baik kepada orang lain...., siapapun orang lain itu, bahkan kepada orang yang membenci/memusuhi kita sekalipun. Apalagi kepada orang yang selalu berbuat baik kepada kita, maka sudah pasti ada kewajiban bagi kita untuk berbuat baik kepadanya. Kalau kita amati secara cermat, ternyata orang yang paling baik kepada kita adalah kedua orang tua kita (pada umumnya).
Dari sejak masih didalam kandungan, kita telah mendatangkan berbagai macam kesulitan terutama kepada Ibu kita. Didalam perut tsb kita semakin membesar dan membesar, bertambah berat dan berat, sampai2 untuk sekedar berjalanpun Ibu kita mengalami kesulitan,padahal ini berlangsung cukup lama sekitar 9 (sembilan) bulan.






Akan tetapi Ibu kita tidak mengeluh sedikitpun bahkan beliau jalani dengan penuh keikhlasan. kemudian ketika ibu kita melahirkan bayi dari kandungannya yang sudah barang tentu penuh dengan kesulitan, kesakitan, dan bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya tapi semuanya dihadapinya dengan penuh keikhlasan. Kemudian setelah kita lahir didunia ini, kita tidak tahu apa2 dan tidak dapat berbuat apa2 selain menangis, bahkan minum air susu ibukitapun kita tidak mampu kalau sekiranya Ibu kita tidak menyodorkannya kemulut kita. Masih untung Allah memberi kebisaan kepada kita walaupun hanya menangis, coba bayangkan kalau menangispun kita tidak bisa, maka ketika perut kita lapar ingin minta minum, maka Ibu kita tidak akan tahu kalau saat itu kita sedang kelaparan/kehausan. Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, serta segala nikmat yang begitu banyaknya sampai2 kita tidak dapat menghitungnya satu persatu karena saking banyaknya. Sehingga bayi yang tadinya tidak bisa berbuat apa-apa , lambat laun menjadi seorang anak yang sudah mulai belajar berjalan dan berbicara, meskipun berjalanpun masih tertatih-tatih bahkan kadang2 terjatuh, juga berbicarapun yg sepatah dua patah kata berkat ajaran dari kedua orang tua kita, maka jangan heran kalau kata pertama yang dapat kita ucapkan adalah kata:" Ayah dan Ibu." jadi orang yang pertama menjadi guru kita didunia ini adalah kedua orang tua kita. Didunia ini hampir setiap anak kecil yang sedang belajar berbicara , mereka semua akan belajar menyebut nama2 benda sebagaimana kita lihat ketika nabi Adam diajar nama2 benda oleh Allah s.w.t.....
Berkat kasih sayang dan bimbingan kedua orang tua kita dengan segala macam: kesulitan dan duka nestapanya maka jadilah kita tumbuh dewasa menjadi batu karang yang kokoh menahan gempuran badai dilautan.
Kebaikan dan ketulusan kasih sayang kedua orang tua kita tidak akan terbayarkan meskipun kita akan menggantinya dengan Gunung Emas sekalipun. Maka jangan heran kalau Allah s.w.t. beserta RasulNya berkali-kali memerintahkan kepada kita agar kita berbuat baik kepada keduanya. Sudah pasti kita wajib hormat,patuh dan taat kepadanya, jangan sedikitpun membuatnya kecewa.
Pada suatu hari di zaman Rasulullah s.a.w. ada salah seorang sahabat yang sedang mengalami sakaratul maut, kemudian Rasul datang menghampirinya, ketika Rasul melihat keadaan sahabat yang sangat memprihatinkan tsb, maka Beliau mencoba meringankan beban sahabat tsb dengan membisikkan kalimat syahadat ditelinganya agar supaya bisikan tsb diikuti oleh sisakaratul maut. Akan tetapi ternyata sisakaratul maut tidak bergeming sedikitpun, tidak tergerak lidahnya sedikitpun, sehingga Rasul mengulanginya dan mengulanginya sampai tiga kali. Tapi ternyata sisakaratul maut masih tidak bergeming sedikitpun. Kemudia Rasul bertanya kepada orang disekelilingnya:" Apakah dia(sisakaratul maut) masih punya ayah? kemudian dijawab bahwa ayahnya sudah meninggal. Kemudian Rasul bertanya lagi apakah dia masih punya Ibu? kemudian dijawab :" Masih ada" kemudian kata Rasul:" Dimana dia?". Ada Rasul, dia didalam kamar. Semula si Ibu tidak akan keluar kalau sekiranya bukan Rasul yabg memanggilnya. Kemudian Rasul bertanya kepada sang Ibu tentang apa kesalahan si anak yang sedang sakaratul maut tersebut sampai2 dia tidak mau mengikuti ucapan yang dibisikkan oleh Rasul ketelinganya? kemudian sang Ibu menjawab:" Dia lebih mengutamakan kepentingan istrinya daripada kepentingan saya." kemudian Rasul bertanya, maukah engkau memaafkannya? kemudian dijawab oleh sang Ibu bahwa dia tidak mau memaafkannya. kemudian Rasul memerintahkan kepada orang disekitarnya agar mencari kayu bakar. lalu ketika sang Ibu mengetahui bahwa Rasul akan membakar anaknya, maka sang Ibu serta merta terketuk hatinya untuk memaafkannya. Maka ketika sang Ibu memaafkannya, kemudian Rasul menuntun sisakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat, yang mana ucapan Rasul langsung disambut/diikuti oleh sisakaratul maut tsb. Dan begitu selesai mengucapkan kalimat tsb, tidak lama kemudian dia meninggal dunia. Hati2 dengan kedua orang tua kita, terutama kepada ibu kita, karena Surga berada dibawah telapak kaki ibu kita.
(bers)