Tuesday, January 15, 2013

Janji & Sumpah

-->
Khotbah jumat 18 Jan 2013.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.  

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


اِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُه وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِىاللهُ فَلاَمُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ  وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُه' لاَنَبِيَّ بَعْدَه'

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىرَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ مُحَمَّدٍصَلَّىاللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلىالِه وَاَصْحَابِه وَمَتْ تَبِعَه بِاِحْسَانٍ اِلى يَوْمِ الدِّيْنِ  
اَمَّابَعْدُ فَيَاعِبَادَ اللهِ اتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِىاْلقُرْانِ اْلكَريْمِ . اَعُوْذُباِللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ .

Bismillaahirrahmaanirrahiim.


إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ(77)
S.Ali Imran ay 77

shadaqallaahul ‘azhiim.

Hadirin sdg jumat rahimakumullah.…..
, dengan tiada henti2nya marilah kita panjatkan puja dan puji sukur kehadirat Allah swt, yg mn hanya berkat limpahan rahmat dan karuniaNyalah maka kita semua masih dapat melaksanakan perintah yang diwajibkan kepada kita semua yaitu berkumpul ditempat yang mulia ini untuk bersama-sama melaksanakan sholat jum'at.
      
Sholawat dan salam semoga dicurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad s.a.w. beserta keluarganya , para shahabatnya , serta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin sidang jum'at rahimakumullah ,
       Kalau kita cermati dgn seksama mk di zaman sekarang ini banyak org yg menganggap enteng/remeh JANJI dan SUMPAH yg mrk ucapkan hanya demi mengambil keuntungan dunia. Baik itu janji2 ktk ingin dipilih menjadi pejabat ataupun sumpah2 palsu yg diucapkan baik itu sumpah jabatan maupun sumpah didpn pengadilan demi membela kelompoknya atau partainya ataupun sumpah yg diucapkan ktk meyakinkan barang dagangannya agar spy laku terjual.
     Pdhal kalau kt merujuk kpd ayat yg sy bckan dlm mukodimah tadi yaitu S.Ali Imran ay 77 mk sangsi thd pelamggaran janji&sumpah palsu itu berupa siksa yg sngt brt diakherat nanti…., mk jgn heran kalau ayat tsb ditutup dgn :” وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ  , Walahum ‘adzaabun aliim” (dan bagi mereka siksa yang sangat pedih).
         Utk itu mk mari kt tinjau dgn cermat tafsir ayat tsb :”                                         
   (A’udzubillaahiminasysyaithanirrajiim, Bismillahhirrahmaanirrahiim)
إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(sesungguhnya orang2 yang menukar janjinya dengan Allah dan sumpah2 mereka dengan harga yang sedikit maka mereka itu tidak akan mendapatkan bagian/pahalanya diakherat dan Allah tidak akan berkata-kata kepada mereka dan tidak akan melihat mereka pada hari kiamat dan tidak pula akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang pedih).

  Mari kita tinjau tafsir ayat ini dgn teliti dan jelas apa yg dimksd dgn janji&sumpah dlm kontrks ayat ini, dan mdh2an kita tdk termasuk gol org2 yg menganggap enteng/remeh janji&sumpah ini….., dsni Allah swt mengawali firmanNya dgn:” إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا          ,sesungguhnya orang2 yang menukar janjinya dengan Allah dan sumpah2 mereka dengan harga yang sedikit ….. nah…dsni mungkin timbul pertanyaan:”  janji yg mana yg dimaksud di dlm ayat ini? Dan sumpah yg mana? Pernahkah kita2 ini berjanji kpd Allah?
     - Mengenai janji dlm konteks ayat ini banyak pemahaman/versi menurut para mufasir.
1.yg pertama pendpt mufasir yg mengatakan bhw janji yg dimksd dsni adl janji manusia kpd Allah ktk manusia belum tampil di muka bumi ini yaitu ketik manusia masih berada dialam ruh sbgmn firmanNya dlm S.Al A’raf ay 172.
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا
(bukankah Aku ini Tuhanmu? Mrk menjawab:”Betul Engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi).
2.yg kedua pendpt mufasir yg mengatakan bahwa janji yg dimksd dsni adl :” Perjanjian yg terjalin atas manusia dengan Allah mengenai kesediaannya menganut agama atau menyatakan diri patuh tunduk kpd Allah swt. (tafsir Al-Mishbah/Prof DR Quraishshihab jilid II hal 121).
3.yg ketiga pendapat mufasir yg mengatakan bahwa janji yg dimaksud disni adl janji yg dibuat antaea para Nabi/Rasul dgn Allah swt dan kmd perjanjian tsb tlh disampaikan oleh msg2 Nabi/Rasul kpd umat dizamannya. Sbgmn firmanNya dlm S.Ali Imran ay 81.
(A’udzubillaahiminasysyaithanirrajiim, Bismillahhirrahmaanirrahiim)
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا ءَاتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ(81)
(Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, sungguh apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh2 beriman kepadanya dan menolongnya. Allah berfirman:”Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu? Mereka menjawab:” Kami mengakui, Allah berfirman:” Kalau begitu saksikanlah hai para nabi dan Aku menjadi saksi pula bersama kamu). Itulah makna janji dlm konteks ayat tsb menurut para mufasir.
   Memang janji dlm konteks ayat ini adl perjanjian antara manusia dengan Allah swt, akan tetapi jangan lupa bahwa Allah juga berfirman didlm surat Al Isra ay 34.
 إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا(34)
(sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya), dan janji yg dimaksud dsni bkn hanya janji kpd Allah saja tetapi juga janji kita kpd orang lain (tafsir UII jilid 5 hal 575)

      Kmd selanjutnya mari kt lht sumpah yg mana yg dimksd dlm ayat ini.
Mari kt lht hadits rasul yg mengatakan:” Man halafa ‘ala yamini kaadzibatin liyaqtathi’a maala ahadi , laqiyallaahu ‘aza wajala wahuwa ‘alaihi ghadlhaabu ( barang siapa bersumpah dengan sumpah palsu dengan tujuan untuk mendapatkan/mengambil harta org lain dgn sumpahnya itu maka kelak dia akan menghadap Allah  dimana Allah dlm keadaan murka kepadanya).
     Dan diakherat nanti ada 3 gol orang yang Allah murka kpdnya, yg mana slh satu diantaranya adl gol/kelompok org2 yg berani mengucapkan dgn sengaja sumpah palsu, dan yg kedua yaitu orang yang sombong lagi membangga-bangakan dirinya dan yg ketiga adl orang bakhil yg menyebut2/mengungkit-ngungkit pemberiannya.

    Tetapi sebaliknya diakherat kelak ada 3 gol orang yg Allah swt mencintainya, siapa mrk?
1.yg pertama adl: Seseorang yang berperang dijalan Allah dengan ikhlas dan berharap rido Allah, lalu ia maju dan gugur.
2.Yg kedua adl: seseorang yang mendapatkan tetangganya selalu mencaci dan mengganggunya sedang dia tetap bersabar sampai Allah menghentikannya dengan kematian atau semasa hidupnya.
3. yg ketiga adl: seseorang yang melakukan perjalanan dengan sekelompok kaum hingga terasa lelah dan kantuk mereka, tetapi ia bangun diakhir malam, ia bangun dan shalat.

      Jadi org yg menukarkan janjinya dgn Allah dan sumpah palsu maka mereka tdk akan mendapatkan bagian pahala mereka diakherat dan Allah tdk akan berkata sepatah katapun kpd mereka dan Allah tdk akan melihat mereka dgn pandangan rahmatNya pd hari qiyamat serta Allah tdk akan mensucikan mereka dari dosa2 dan kesalahannya serta segala kotoran yg ada pd dirinya, dan akhirnya adl siksa yg pedih atas mereka.
       Marilah kita selalu memohon kpd Allah swt agar kita tdk termasuk salah satu dari 3 gol/kelompok yg dimurka oleh Allah swt, dan kita selalu berdoa semoga dimasukkan kelompok orang2 yang dicintaiNya . Amiin.

Monday, January 7, 2013

GHIBAH

GHIBAH.
 Perbuatan Yang Merusak Pahala Puasa,

Sebenarnya ini sudah pernah saya sampaikan pada ceramah sebelumnya, akan tetapi wk itu hanya saya selewat saja, mengingat wkt yg hanya 15 mnt. Untuk itu pada kesempatan ini saya akan membahas tentang perbuatan yang merusak pahala puasa.
Karena terbatasnya waktu, maka mlm inipun saya tdk akan membahas semuanya akan tetapi satu saja yaitu: Ghibah.
Mungkin ada yang bertanya dlm ht, mengapa memilih pokok pembahasan ghibah padahal amalan yang merusak puasa itu banyak sekali diantaranya adl: Berkata bohong/dusta…,bahkan mengumpat dan mencela adalah perbuatan yang dpt mencelakakan pelakunya sbgmn Firman Allah :" Wailullikulli humazatilumazah." (Kecelakaanlah orang yang suka mengumpat dan mencela)..., juga menghina..., perbuatan inipun dilarang oleh Allah swt. Sbgmn firmanNya didlm surat Al Hujurat ayat 11:" Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa yakhar qaumun min qaumin 'asaa ayyakunuu khairamminhum walaa nisaaumminnisaain 'asaa ayyakunna khairamminhunna walaa talmizuu anfusakum walaa tanabajuu bil'alqab bi'salismulfusuqa ba'dal iman waman lam yatub faulaaika humul zhalimuun.: (terjemahnya: Hai orang2 yang beriman janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain boleh jadi yang dihina lebih baik dari pada yang menghina, dan janganlah wanita2 menghina wanita2 yang lain boleh jadi wanita yang dihina lebih baik dari pada wnita2 yang menghina, dan janganlah kalian mencela diri sendiri dan janganlah kalian saling panggil memanggil dengan panggilan yang buruk, seburuk-buruk panggilan adalah panggilan buruk setelah beriman, dan barang siapa tidak mau bertobat maka mereka itulah orng2 yang zhalim)..., bahkan zina adl dosa bsr yg sgt merusak bukan saj pahala puasa, bahkan puasanya ikut rusak alias batal. Tetapi mengapa saya memilih pokok bahasannya ghibah zina saja yg sdh jelas menghan curkan puasa.
Yah…, benar mengapa saya tdk memilih pembahasan ttg zina…, karena kalau zina…, pelakunya sadar sesadar2nya bhw yg sedang dia lakukan itu dosa adl besar! Dan pelakunyapun sadar sepenuhnya bhw dia sdg berzina!!!. Tetapi berbeda dgn ghibah…, yg pada umumnya pelakunya tdk menyadari sepenuhnya bhw yang dia lakukan itu dosa besar…, dan ketika dia melakukannyapun…, dia tdk sadar sepenuhnya (dia sadar…,tp tdk sepenuhnya) bhw dia sdg menggibah…, karena saking asyiknya mungkin hampir satu jampun tdk terasa bhw dia menggibah sdh satu jam. Kmd semakin lama menggibah justru semakin mengasyikkan karena syetan membisikkan kedlm htnya dgn kata …,terus…, terus…, gak apa2 wong yg km ktkan itu benar. Pdhal justru krn yg dia ktkan itu bnr, maka itulah yg namanya ghibah…, kalau tdk bnr…, itu namanya dusta.
Pada suatu hari ada seorang wanita mengghibah org lain dihadapan Siti Aisyiah…, kmd Siti Aisyiah mengisahkannya kpd Rasulullah s.a.w. …, kmd kt Rasul yg intinya bhw yg diktkan org tsb adl ghibah…, kmd siti Aisyiah berkata…, meskipun yg dia katakana itu benar ya Rasul? Ya…meskipun yg dia ktkan itu bnr. Bgmn kalau yg dia ktkan itu tidak benar yaa Rasul? Jwb Rasul:" apalagi kalau itu tidak benar…,itu yg namanya dusta, jwb Rasul.
Saya klarifikasi dulu kata dusta…, banyak org yg memahami dusta sm dgn dosa…, nah ini yg perlu diluruskan, krn pengertiannya sgt jauh berbeda…, kalau dosa…, belum tentu tingkatannya mencapai dusta…, tapi kalu dusta…, mk sdh pasti dosa!!!…, dan besar dosanya.
Contoh yg sederhana, kalau saya di Arab sana sy mencuri uang satu dirham, saya pakai makan , maka itu dosa(bkn dusta)…, dan dosa tersebut blm cukup dipakai sbg dasar utk memotong tangan saya…, meskipun sy tertangkap basah wk itu…,krn utk dipotong tgn hrs min 1 dinar bkn 1 dirham., tetapi orang yg berdusta…, pasti dia berdosa dan besar dosanya. Contoh yg sederhana…, orang yg mendustakan sesuatu kebenaran…, pdhal dia tahu dan sadar sesadar2nya bhw yang dia dustakan itu adl benar…, maka itulah yg namanya dusta. Maka jgn heran kalau ahlulkitab itu disebut dgn orang2 yg mendustakan!!! Karena sebenarnya dia tahu bahwa Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. itu benar2 Rasulullah…, ttp dia dustakan….., sbgmn firman Allah didlm srt Al Baqarah:" Awa kullamaa jaa'akum rasuulun bimaa laa tahwaa anfusakumustakbartum fafariqan kadzabtum wafariqan taqtuluun." (Apa setiap kali datang Rasul kepada kalian yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsukalian, kemudian kamu menyombongkan diri, sebagian mereka kamu dustakan dan sebagian mereka kamu bunuh. Itu pengertian dusta.
Hadirin sidang terawih yg dimuliakan Allah swt…, Ada sedikit kisah ttg ghibah. Pada zaman dahulu ada seorang ulama yang mempunyai murid yang sgt banyak…, pada suatu hari, salah seorang muridnya datang menghadap secara pribadi kpd ulama tsb dengan maksud untuk mendapatkan beberapa keping dinar. Kmd simurid menceritakan kpd ulama tsb bhw ada seseorang yg mengghibahnya dengan mengatakan begini begitu. Stlh simurid selesai bercerita…, maka ulama tsb masuk kedlm kamarnya dan kmd keluar lagi dgn membawa bbrp keeping dinar. Tetapi alangkah terkejutnya ketika ulama tsb mengatakan:" tolong sampaikan dinar2 ini kpd orang yg mengghibah tadi. Karena saking bingungnya simurid…, atas pertanyaan yang berkecamuk dibenaknya…, maka dia menberanikan diri utk bertanya kpd ulama tsb. Kmd kt simurid:"Mengapa yang engkau beri dinar bukannya aku akan tetapi malah orang yg mengghibahmu???. Kmd jawab sang ulama:"Kalau Aku memberikan uang dinar ini kepadamu…, ini justru yg aneh karena apa yang saya daptkan darimu???. Tapi kalau saya memberikan kpdnya…, itulah yg seharusnya saya lakukan…, karena kalau dia orang yang berpahala…, maka pahala yg tlh dia kumpulkan…, beberapa diantaranya akan ditambahkan kedalam pahala saya…, dan jikalau dia bukan orang yang berpahala…, maka beberapa diantara dosa2 saya akan ditambahkan kepadanya.
Jadi hati2 bhw Ghibah merusak pahala seseorang seperti api melahab kayu bakar. Masih untung kalau yang hapus hanya pahala puasanya saja…, bagaimana jikalau pahala2nya yg lain ikut berkurang.
Maka jangan heran kalau Allah swt sangat tidak suka kpd orang2 yg mengghibah tsb…., saking tdk sukanya sampai2 Allah mengumpamakan orang yg mengghibah itu sama dengan orang yang memakan daging orang yang telah menjadi bangkai…, dan bahkan lbh buruk dr itu krn ternyata bangkai yang dimakannya itu berasal dari daging saudaranya sendiri, a'udzubillaahimin dzalika. Sebagaimana firmanNya didalam surat Al Hujurat ayat 11, :"Yaa ayyuhalladziina aamanuujtanibuu katsiiran minanzhanni inna ba'dhazhzhaani itsmun walaa tajassasuu walaa yaghtab ba'dhakum ba'dha ayuhibbu ahadukum ayya'kula lahma akhihi mayyitan fakarihtumuhu wattaqqullaah innallaaha tawwaburrahiim ." (Hai orang2 yang beriman jauhilah syak wasangka karena sesungguhnya sebagian dari syak wasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu mengghibah sebagian yang lain, apakah salah seorang diantara kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati, maka kalian akan jijik karenanya, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan Maha penyayang). Itulah amtsal2 yg digambarkan oleh Allah thd sifat/perbuatan yg tdk disukaiNya. Mari kt lht ktk Allah memberikan amtsal kpd sifat/perbuatan lain yg sangat tdk disukaiNya, maka Allah memeberikan gambaran dgn perumpamaan yang sangat buruk, mari kita lihat perumpamaan yg Allah berikan utk orang kafir ..., maka firmanNya di dalam surat An Anfal ay 48:"Inna sarraddawaabbi 'indallahiladziina kafaruu fahum laa yu'minuun." (terjemahnya: Sesungguhnya seburuk2 binatang disisi Allah adalah orang kafir karena mereka tidak beriman) coba perhatikan baik2 redaksi ayat tsb Allah tidak mengatakan Seburuk-buruk manusia disisi Allah, tapi Allah menggunakan kata seburuk-buruk binatang..., hal ini menunjukkan betapa buruknya orang kafir itu disisi Allah. Kmd di ayat lain Allah memberikan gambaran terhadap sifat lain yg sgt tdk disukaiNYa dgn firmanNya :" Yaa ayyuhalladziina aamanuu innamal musyrikuuna najasun." (terjemah: Hai orang2 yang beriman sesungguhnya orang2 musyrik itu najis). Jadi hati2 janganlah kita menggibah krn hal tsb adl perbuatan yg sgt tdk disukai oleh Allah(terlihat dari perumpamaannya yang sangat burut), jadi jangan sampai kita melakukanperbuatan2 yg dpt mendatangkan murka Allah.